Kolaka, Sultratimes.com, – Warga Desa Huko-Huko kembali mengeluhkan terkait kondisi Sungai Huko-Huko yang belakangan ini berubah warna dan membawa lebih banyak material lumpur
Perubahan kualitas air sungai ini disebut warga mulai terlihat sejak meningkatnya aktivitas pertambangan di wilayah hulu desa.
Sehingga perubahan kualitas air ini membuat warga khawatir karena sungai tersebut selama ini menjadi sumber air untuk kebutuhan sehari-hari serta pengairan lahan pertanian. Namun Hari ini diduga di sebabkan Oleh Aktivitas pertambangan, Kondisi sungai tidak lagi dapat di jadikan untuk keperluan sehari-hari dan pengairan pertanian.
Muh. Nurhaedir Sebagai Kader Pergerakn Mahasiswa Islam indonesia Cabang kolaka menyoroti Aktivitas pertambangan yang dilakukan di hulu Sungai sehingga berpengaruh pada kondisi sungai yang berada di desa huko-huko, yang Notabene nya sering di manfaat kan oleh warga desa untuk Kehidupan sehari-hari.
“Kabupaten kolaka tidak anti dengan Investasi akan tetapi investasi yang kemudian tidak merugikan untuk daerah dan Masyarakat maka dari itu permasalahan ini perlu di tanggapi secara serius.”Ungkapnya, Kamis, 11/12/2025
Ia juga menilai kondisi tersebut perlu diawasi dengan ketat. Menurutnya, perubahan warna air dan sedimentasi yang berlebihan dapat menjadi indikator adanya gangguan pada daerah tangkapan air.
“ aktivitas pertambangan di hulu yang berpengaruh pada kondisi Sungai, perlu dipastikan apakah perusahaan tersebut menjalankan pengelolaan lingkungan sesuai dokumen AMDAL.” Jelasnya dalam keterangan tertulisnya
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan tambang yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut belum memberikan tanggapan resmi.
Kami berharap ada langkah cepat dan tegas dari pemerintah untuk memastikan sungai kembali aman untuk di digunakan, dan dapat kembali memberi manfaat untuk warga sekitar. di akhir ia menambahkan” jangan Sungkan untuk mengusir perusahan yang merugikan masayarakat dan daerah”Tutupnya.
Laporan : Tim
Editor : Ardan












