Jakarta, Sultratimes.com, – Forum Aktivis Mahasiswa (Formakom) Sulawesi Tenggara–Jakarta menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dalam membantu 30 jemaah umrah asal Kendari yang sempat terlantar di Kota Madinah, Arab Saudi, Minggu, 15/02/2025
Tindakan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang humanis dan responsif dalam melindungi warganya di tengah situasi darurat. Kehadiran langsung kepala daerah di lokasi serta upaya memberikan konsumsi dan mencarikan penginapan bagi para jemaah merupakan bukti bahwa negara harus hadir ketika rakyat mengalami kesulitan, bahkan di luar wilayah kedaulatan Indonesia.
Namun di sisi lain, Formakom Sultra–Jakarta menilai peristiwa ini sebagai bentuk kegagalan serius dari pihak biro perjalanan umrah yakni Travelina yang tidak menjalankan tanggung jawab sebagaimana yang telah dijanjikan kepada para jemaah. Fakta bahwa puluhan jemaah termasuk lansia, terlantar tanpa kejelasan hotel dan konsumsi adalah tindakan yang tidak manusiawi dan berpotensi melanggar hukum.
Direktur Eksekutif, Formakom Sultra–Jakarta, Irsan Aprianto Ridham menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berhenti pada penyelesaian secara moral atau bantuan kemanusiaan semata. Negara wajib hadir melalui penegakan hukum yang tegas dan transparan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Oleh karena itu, Formakom Sulawesi Tenggara–Jakarta mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk :
1. Segera mengusut tuntas biro perjalanan umrah yang memberangkatkan jemaah asal Kendari dan diduga lalai serta merugikan jemaah secara materiil maupun immateriil.
2. Menindak tegas dan menangkap para pelaku yang terbukti melakukan penipuan, pengabaian tanggung jawab, atau pelanggaran terhadap ketentuan penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah.
3. Mengevaluasi dan mencabut izin operasional travel yang tidak memenuhi standar pelayanan dan perlindungan jemaah.
4. Memperkuat pengawasan pemerintah terhadap seluruh biro perjalanan umrah agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Formakom Sultra–Jakarta juga mengimbau kepada masyarakat Sulawesi Tenggara agar lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih biro perjalanan umrah, memastikan legalitas perusahaan, kejelasan kontrak layanan, serta rekam jejak pelayanan sebelum melakukan pendaftaran.
“Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa pelayanan ibadah tidak boleh dijadikan ladang praktik bisnis yang mengorbankan keselamatan dan martabat jamaah. Keberangkatan umrah adalah perjalanan spiritual yang harus dijamin kenyamanan dan keamanannya, bukan justru menjadi sumber penderitaan di negeri orang”Ungkapnya.
Formakom Sulawesi Tenggara–Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan pertanggungjawaban dari pihak travel. Penegakan hukum yang tegas merupakan bentuk perlindungan negara terhadap warganya sekaligus peringatan bagi seluruh penyelenggara perjalanan ibadah agar tidak bermain-main dengan hak masyarakat.
“Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial Forum Aktivis Mahasiswa (Formakom) Sulawesi Tenggara-Jakarta terhadap isu kemanusiaan dan pelayanan publik maka dari itu FORMAKOM akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dijakarta”Tutupnya.
Laporan : Tim












