BeritaKonawe Selatan

Kejati Sultra Diminta Usut Kasus KKN Pada Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap di RSUD Konsel, Kontraktor Diduga Kerabat Dekat Bupati

64
×

Kejati Sultra Diminta Usut Kasus KKN Pada Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap di RSUD Konsel, Kontraktor Diduga Kerabat Dekat Bupati

Sebarkan artikel ini

Konsel, Sultratimes.com, – Praktik kasus Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sultra kembali mencuat.

Kali ini, publik tengah mengarahkan pandangan ke proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap KRIS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kab. Konawe Selatan.

Pasalnya, proyek dengan anggaran Rp. 5 Miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025 tersebut dinilai mengandung banyak problem.

Seperti yang diungkapkan oleh direktur eksecutif Indonesia Corruption Observer (ICO) Hendro Nilopo.

Ia mengungkap bahwa kontraktor pada proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap KRIS di RSUD adalah kerabat dekat Bupati Konawe Selatan. Sehingga telah memenuhi unsur Nepotisme.

“Kontraktor pelaksana kegiatan itu kami duga kerabat dekat Bupati Konsel, kami minta ini di telusuri oleh pihak Kejati Sultra”. Ucapnya kepada media ini, Jumat, (22/05/26).

Tidak hanya itu, yang lebih mencengangkan kata Hendro, adanya dugaan pencairan anggaran dengan presentase volume pekerjaan 80%. Padahal fakta lapangan pekerjaan belum menyentuh 50%.

“Kami menduga ini bisa terjadi karena adanya kedekatan kontraktor proyek dengan pimpinan daerah. Padahal itu jelas suatu pelanggaran serius menurut kami”. Jelasnya

Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara bisa mengatensi informasi yang pihaknya sampaikan dan segera melakukan pengusutan kasus KKN pada proyek tersebut.

“Proyek ini anggarannya Rp. 5 Miliar, bersumber dari DAK Konsel tahun 2025. Kemudian kontraktornya CV. Bumi Kreasi Konstruksi (BKK). Ini informasi awal yang ingin kami sampaikan kepada Kejati Sultra dan kami akan serahkan dokumentasi pekerjaannya pada Senin depan”. Tutupnya

Sementara itu pihak – pihak terkait belum memberikan keterangan resmi.

 

Laporan : Tim