BeritaKendari

PMII Kota Kendari : Copot Kapolri, Nyawa Rakyat Bukan Tumbal Aparat

18
×

PMII Kota Kendari : Copot Kapolri, Nyawa Rakyat Bukan Tumbal Aparat

Sebarkan artikel ini

Kendari, Sultratimes.com, — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Kendari mengecam keras tindakan aparat kepolisian yang menyebabkan seorang driver ojek online menjadi korban penabrakan kendaraan taktis Brimob di Jakarta, Kamis malam (28/08/2025).

Ketua PC PMII Kota Kendari, Muhammad Ikbal Laribae, menilai kejadian itu merupakan bentuk arogansi aparat yang tak bisa lagi ditolerir.

“Kejadian ini sungguh menyesakkan nurani. Aparat yang seharusnya melindungi warga, justru melakukan tindakan luar biasa keliru hingga nyawa melayang. Kami mengecam sekeras-kerasnya tindak arogan semacam ini,” tegas Ikbal, Jum’at, 29/08/2025

Ikbal menambahkan, pengendalian massa yang berujung pada hilangnya nyawa rakyat sipil adalah bukti nyata kegagalan aparat di bawah kepemimpinan Kapolri. Karena itu, PMII Kota Kendari menuntut pencopotan Kapolri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan institusional.

“Jika pengendalian massa sampai mengorbankan keselamatan warga sipil, maka jelas aparat telah gagal total. Kapolri sebagai pucuk pimpinan Polri harus bertanggung jawab. Kami menuntut Kapolri dicopot dari jabatannya dan diganti oleh figur yang berintegritas, agar kepercayaan publik terhadap Polri bisa dipulihkan,” ujarnya.

PMII Kota Kendari menilai pencopotan Kapolri bukan sekadar pilihan, tetapi sebuah keharusan untuk menjaga marwah institusi kepolisian. Insiden yang menewaskan warga sipil ini tidak boleh dianggap biasa, karena akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia.

“Polri harus segera berbenah. Keadilan tidak hanya dibutuhkan korban, tetapi juga menuntut institusi bertanggung jawab. Nyawa rakyat bukan tumbal aparat,” tutup Ikbal dengan nada keras.

Laporan : Tim
Editor : Ardan