BeritaKonawe Selatan

Karyawan PT MS Kembali Jadi Korban Pengeroyokan di Lahan PT.Marketindo Selaras Blok J.50 Satu Orang di Rujuk

534
×

Karyawan PT MS Kembali Jadi Korban Pengeroyokan di Lahan PT.Marketindo Selaras Blok J.50 Satu Orang di Rujuk

Sebarkan artikel ini

Konsel, Sultratimescm, – Karyawan PT Marketindo Selaras kembali jadi korban Pengeroyokan dan pembacokan di lahan PT.Marketindo Selaras Blok J.50 satu orang di rujuk

Legal Officer dan Humas PT MS, Purnomo Leonard Widodo mengatakan
Pengeroyokan dan pembacokan itu terjadi di area PT Marketindo Selaras tepatnya di Blok J.50 Desa Puao, Kecamatan Angata, Kabupaten Konsel, Jum’at (30/01/2026) sekitar pukul 07.45 Wita.

Peristiwa tersebut bermula saat 4 orang karyawan PT MS menuju lokasi Blok J.50 dalam rangka perawatan tanaman sawit , dan di susul karyawan lainnya, dan pada saat 4 orang karyawan PT MS masuk ke Blok J.50 wilayah Desa Puao, tiba – tiba di serang dari kelompok AMT, dengan menggunakan batu, dan busur dari dua arah yang berbeda dengan kekuatan sebanyak kurang lebih 40 orang

Selanjutnya kelompok dari AMT, turun dari arah bukit dan mengarah maju ke arah karyawan PT MS, setelah itu 4 orang karyawan PT MS mundur dan korban inisial AS terjatuh dari motornya, kemudian datang dari kelompok AMT inisial A langsung menganiaya korban dengan menggunakan sebilah parang, tidak berselang lama sejumlah karyawan PT MS kurang lebih 350 orang datang membantu menyelamatkan korban.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka bacok di kepala,betis, paha dan di lengan

“Korban lalu di bawah ke Puskesmas Mowila untuk mendapat pertolongan medis, namun karena luka serius korban di rujuk ke rumah sakit bahteramas untuk perawatan medis lanjutan” jelas Purnomo

Smentara itu karyawan PT MS lainnya memberi pertolongan dan menghalau kelompok AMT agar tidak terus menganiaya dan kelompok AMT bubar melarikan diri setelah menganiaya.

“Atas kejadian tersebut, pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke Polda Sultra Untuk di proses sesuai hukum yang berlaku”Tutup Purnomo saat di hubungi media ini lewat via WhatsApp

Laporan : Tim
Editor : Ardan