BeritaKonawe Selatan

Polres Konsel Ungkap 55 Kasus Dalam Operasi Pekat Anoa 2026

72
×

Polres Konsel Ungkap 55 Kasus Dalam Operasi Pekat Anoa 2026

Sebarkan artikel ini

Konsel, Sultratimes.com, – Polres Konawe Selatan menggelar konferensi pers terkait hasil pelaksanaan Operasi Pekat Anoa 2026 di Lobby Mapolres Konawe Selatan, Rabu (10/06/2026) pukul 09.20 WITA.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Konawe Selatan AKBP Febry Sam, S.I.K., M.Si., dan dihadiri sejumlah pejabat utama Polres serta perwakilan media massa.

Dalam keterangannya, Kapolres Konawe Selatan menyampaikan bahwa Operasi Pekat Anoa 2026 berhasil mengungkap berbagai tindak pidana yang menjadi fokus operasi, mulai dari pencurian kendaraan bermotor, penyalahgunaan narkotika, kepemilikan senjata tajam, hingga peredaran minuman keras.

“Operasi ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menekan berbagai penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Konawe Selatan,” ujar AKBP Febry Sam.

Adapun jumlah kasus yang berhasil diungkap selama operasi berlangsung sebanyak 55 kasus, yang terdiri atas 1 kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor), 1 kasus tindak pidana narkotika, 3 kasus kepemilikan atau pembawaan senjata tajam, serta 50 kasus peredaran minuman keras.

Dari pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 431 botol minuman keras pabrikan, 119 liter minuman keras tradisional, 132 gram narkotika jenis sabu, 3 bilah badik, serta 1 unit sepeda motor hasil tindak pidana curanmor.

Selain memaparkan hasil operasi, kegiatan konferensi pers juga diisi dengan sesi tanya jawab antara pihak kepolisian dan awak media terkait upaya penegakan hukum pasca pelaksanaan Operasi Pekat Anoa 2026.

“Sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat, setelah konferensi pers selesai, Polres Konawe Selatan menyerahkan satu unit kendaraan bermotor hasil ungkap kasus curanmor kepada korban yang berhak menerima kembali barang miliknya”tegasnya.

Kapolres menjelaskan bahwa pelaksanaan konferensi pers ini bertujuan memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat mengenai capaian Operasi Pekat Anoa 2026 sekaligus menunjukkan transparansi kinerja Polri dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10.15 WITA tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Konferensi pers hasil Operasi Pekat Anoa 2026 ini dilaksanakan secara serentak oleh Polda Sulawesi Tenggara bersama seluruh Polres jajaran sebagai bentuk sinergi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

Laporan : Tim