Kendari, Sultratimemcom, — Institute Demokrasi Sosial Indonesia (IDSI) menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi terkait pemberitaan mengenai penetapan tersangka terhadap Anton Timbang yang belakangan ramai beredar di media sosial.
Direktur Eksekutif Institute Demokrasi Sosial Indonesia Enggi Indra Saputra, menyampaikan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat perlu meningkatkan literasi informasi dan tidak langsung mempercayai setiap kabar yang beredar tanpa memastikan sumber serta keabsahannya.
“Fenomena penyebaran hoaks dan informasi yang tidak lengkap dapat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kami menghimbau publik untuk menunggu klarifikasi resmi dari aparat penegak hukum serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi,” ujarnya kepada media ini, Senin, 16/03/2026.
Enggi yang juga Fungsionaris PB HMI itu menekankan bahwa dalam sistem hukum Indonesia, setiap warga negara harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, hingga ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap.
Selain itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan memeriksa sumber berita, membaca informasi secara utuh, serta tidak terpancing oleh judul atau narasi yang bersifat provokatif.
“Menjaga ruang publik digital agar tetap sehat merupakan tanggung jawab bersama. Penyebaran informasi yang tidak benar dapat merusak reputasi seseorang sekaligus memicu konflik sosial yang tidak perlu,” tambahnya.
Melalui pernyataan ini, Institute Demokrasi Sosial Indonesia berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam melawan hoaks dengan mengedepankan sikap kritis, rasional, dan bertanggung jawab dalam menyikapi setiap informasi yang beredar.
“Jangan sampai ada upaya penggiringan opini untuk menjatuhkan Bapak Anton Timbang atau merusak reputasi. Secara sosok AT merupakan tokoh yang dikenal baik di Sulawesi Tenggara”, terangnya
Terakhir, Enggi menyampaikan bahwa berbagai elemen masyarakat harus pintar melihat fenomena ini. Begitu pula media harus lebih bijak mencari dan memberikan informasi
“Masyarakat harus cerdas melihat fenomena penggiringan opini seperti ini. Media juga harus lebih bijak mencari informasi dan memberikannya terhadap khalayak umum”, tutupnya
Laporan : Tim
Editor : Ardan












